Pages

Monday, February 6, 2012

SEJARAH SINGKAT AMURA KARATE-DO INDONESIA

Perguruan Olah Raga Seni Beladiri Karate-Do ini didirikan di Bandung pada tahun 1965, mengenai kapan tanggal didirikannya tidak ada satupun yang mengetahuinya. Perguruan Amura Karate-Do Indonesia biasa disebut AMURA, AMURA juga dapat diartikan sebagai Ajang Membina Ulet Raga.

Keberadaan Perguruan AMURA dimana Bpk. H. Moch Ramli, SH selaku Ketua Umum dikala itu memang diakui oleh FORKI (Federasi Olah Raga Karate-Do Indonesia), dikarenakan AMURA turut ikut berperan serta juga atas berdirinya Organisasi FORKI dan menjadi salah satu dari anggotanya. Akan tetapi karena tidak ada kegiatan yang dilakukan oleh Perguruan AMURA sampai pertengahan tahun 1989, maka Perguruan AMURA dinyatakan oleh FORKI sebagai salah satu Perguruan Non Aktif sehingga tidak dapat diikutsertakan pada setiap kegiatan FORKI.

Pada tanggal 11 September 1989 Bpk. H. Moch Ramli, SH selaku Ketua Umum Perguruan Amura Karate-Do Indonesia, ketika itu menulis surat yang ditujukan langsung kepada Pengurus Besar FORKI (PB. FORKI), perihal pernyataan Pelimpahan Kepengurusan Organisasi Perguruan Amura Karate-Do Indonesia kepada Sensei Tadjuddin Mustadjab dan Sensei J. Bram polana, untuk mengurus, menggerakkan serta menjalankan Roda Organisasi Perguruan Amura Karate-Do Indonesia sekaligus menyatakan bahwa perpindahan alamat sekretariat pusat yang semula beralamat di Jl. Balong Gede No. 41 Bandung, kemudian dialihkan ke Jl. Balok No.11 Kamp. Ambon - Jakarta 13210 Telp./Fax. (021) 4895251, hal ini tertera dan tertuang pada surat No.001/AMR/X/89 tertanggal 11 September 1989 yang ditandatangani sendiri oleh Bpk. H. Moch. Ramli, SH secara personal selaku Ketua Umum Amura Karate-Do Indonesia .

Perlu diketahui bahwa Perguruan Amura Karate-Do Indonesia pada saat itu tidak memiliki personil berupa Kepengurusan Organisasi terkecuali Bpk. H. Moch. Ramli, SH sendiri secara personal, untuk selanjutnya surat tersebut sah-sah saja diterima oleh PB. FORKI, kemudian disusul dengan surat No.002/AMR/XI/89 tertanggal 10 Nopember 1989 yang ditujukan langsung kepada PB. FORKI juga, perihal afiliasi teknik Karate Perguruan Amura Karate-Do Indonesia yaitu menggunakan Aliran Wado (Wado Ryu). Kemudian mengenai Susunan Kepengurusan Pusat sejak dikeluarkannya surat tersebut secara teknis Perguruan Amura Karate-Do Indonesia telah diserahkan langsung kepada Sensei Tadjuddin Mustadjab dan Sensei J. Bram Polana .

Adapun aliran yang dipakai oleh Perguruan Amura Karate-Do Indonesia adalah Aliran Wado (Wado Ryu). Karena duet Sensei J. Bram Polana dan Sensei Tadjuddin Mustadjab merupakan Representatif (Perwakilan) dari Wado International Karate-Do Federation (WIKF) untuk Indonesia yang dipimpin langsung oleh Sensei Professor Tatsuo Suzuki DAN 8 Hanshi sebagai Chief Director of WIKF.

Atas dasar surat tersebut secara praktis Perguruan Amura Karate-do Indonesia dilanjutkan oleh Trio Pendiri Amura Karate-do Indonesia yaitu :

¯ H. Moch. Ramli, SH sebagai Ketua Umum

¯ J. Bram Polana sebagai Ketua Harian/KAKOMTEK Pusat

¯ Ir. Tadjuddin Mustadjab sebagai Ketua Dewan Guru

Untuk melihat perkembangan Karate-Do aliran WADO (WADO RYU) khususnya WIKF (Wado International Karate-Do Federation) Indonesia yang di percayakan/di pimpin oleh duet Sensei J. Bram Polana dan Sensei Tadjudin Mustadjab. Pada tanggal 7 Maret 1990 Sensei Tatsuo Suzuki (Chief Director of WIKF) menyempatkan diri singgah di Indonesia dalam kunjungannya ke Negara-negara Eropa dan Australia, serta membuka Gashuku Nasional 1 (pertama), Amura (WIKF) Karate-Do Indonesia Cibubur pada tanggal 10 - 11 maret 1990, yang di hadiri sebanyak 690 Karate-Ka dari DKI, Jawa Barat dan Sumatera Selatan (Palembang).


Gambar : Sensei Suzuki (tengah) bersama J. Sensei Bram Polana (kedua dari kanan) dan para atlet KOSGORO Cup 1.

Selama di Indonesia Sensei Tatsuo Suzuki melatih Karate-Ka-Karateka-Ka Amura dalam persiapannya menghadapi KOSGORO CUP 1 yang diadakan pada tanggal 12 - 15 Maret 1990 dan menguji Karate-Ka sabuk cokelat serta sabuk hitam untuk kenaikan tingkat, serta meresmikan keberadaan aliran Wado (WADO RYU) diperguruan Amura tersebut.

Untuk meyakinkan PB. FORKI bahwa Perguruan Amura Karate-Do Indonesia adalah beraliran Wado (Wado Ryu) dengan Logo / Lambang berupa gambar BURUNG MERPATI yang melambangkan Perdamaian dengan LINGKARAN BERWARNA MERAH melambangkan Dunia sehingga Wado Ryu bertujuan untuk mendamaikan dunia melalui olah raga seni beladiri Karate. Kemudian Sensei J. Bram Polana dan Sensei Tadjuddin Mustadjab mengundang Pimpinan Wado International Karate-Do Federation (WIKF) Yaitu Sensei Professor Tatsuo Suzuki DAN 8 Hanshi sebagai Chief Director of WIKF untuk meresmikan Perguruan Amura Karate-Do Indonesia yang dipimpin oleh Sensei J. Bram Polana dan Sensei Tadjuddin Mustadjab adalah berafiliasi teknik kepada WIKF yaitu Aliran Wado (Wado Ryu). Pada tanggal 10 Maret 1990 kunjungan kehormatan Pakar Karate-DO dari JEPANG Aliran Wado (WADO RYU) yaitu Sensei Prof. Tatsuo Suzuki menyempatkan diri untuk memberikan beberapa buku Karate Sensei Tatsuo Suzuki dan berupa vandal perguruan Amura Karate-Do Indonesia dan diterima dengan sangat baik oleh Ketua Harian PB. FORKI yaitu Bpk. Adam Saleh untuk meminta restu bahwa Perguruan Amura Karate-Do Indonesia beraliran Wado (Wado Ryu). Dengan didampingi oleh Sensei J. Bram Polana dan Sensei Tadjuddin Mustadjab serta beberapa Pengurus Pusat Amura Karate-Do Indonesia Lainnya. Tetapi sangat disayangkan bahwa pada acara tersebut tidak dapat dihadiri oleh Ketua Umum Amura Karate-Do Indonesia Yaitu Bpk. H. Moch. Ramli, SH.

Gambar : Bpk. Adam Saleh selaku Ketua Harian PB. FORKI dan Sensei Prof. Tatsuo Suzuki DAN 8 Hanshi bersama Pengurus Pusat Amura Karate-do Indonesia.

Gambar : Sensei Suzuki memberikan kenang-kenangan berupa buku-buku karate versi Tatsuo Suzuki dan juga berupa vandal perguruan Amura Karate-Do Indonesia kepada Bpk. Adam Saleh selaku Ketua Harian PB. FORKI.

Pada kesempatan itu pula Sensei Tatsuo Suzuki banyak memberikan nasehat dan saran yang membangun bagi perguruan Amura Karate-Do Indonesia serta latihan bersama sehingga dapat menambah wawasan didunia perkaratean aliran Wado (Wado Ryu) kepada dewan guru, pelatih, atlet dan khususnya Sensei J. Bram Polana dimana secara pribadi beliau sering berkomunikasi dengan Sensei Tatsuo Suzuki dalam mengikuti perkembangan Karate Aliran Wado (Wado Ryu) bahkan Sensei J. Bram Polana diterima dengan sangat baik dan ditunjuk sebagai Authorized Representative (perwakilan) of WIKF in Indonesia oleh Sensei Tatsuo Suzuki.



Gambar :

Sensei J. Bram Polana merupakan Authorized Representative of WIKF di Indonesia yang ditunjuk langsung oleh Sensei Prof. Tatsuo Suzuki DAN 8 Hanshi.

Prestasi Amura (WIKF) Karate-Do Indonesia didunia perkaratean Nasional cukup meningkat tajam, terbukti dengan berkembangnya dan terbentuknya dojo-dojo baru di daerah-daerah serta lahirnya atlit-atlit berbakat sehingga Amura (WIKF) karate-Do Indonesia merupakan salah satu perguruan Karate-Do anggota FORKI yang sebelumnya tidak di kenal bahkan dinyatakan tidak aktif, tapi saat sekarang dapat di perhitungkan terutama dalam ajang turnamen kejuaraan daerah, terbuka maupun nasional.

Sensei J. Bram Polana dan Sensei Tadjuddin Mustadjab harus bekerja keras menjalankan Roda Organisasi Amura Karate-Do Indonesia, disebabkan PB. FORKI akan menerima dan menyatakan Perguruan Amura Karate-Do Indonesia adalah sebagai anggota FORKI apabila dapat memiliki minimal 5 (lima) Pengurus Daerah dalam jangka waktu 3 bulan. Sejak saat itu Sensei Tadjuddin Mustadjab mulai membuka Pengda - Pengda (Pengurus Daerah) antara lain : Pengda Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan kalimantan Selatan sedangkan Sensei J. Bram Polana menata kembali Pengda - Pengda yang sudah berdiri dikala itu antara lain : Pengda DKI Jakarta meliputi Dojo (Tempat Latihan) di BAPINDO, Kampus LPT YAI, PSKD - I, BPK (jl. Gatot Soebroto), Balai Krisda, SMP 87 Grogol, Kanisius (Goganza), Departemen Perhubungan METEO (Meteorologi dan Geophisika), SMP Fransiskus II, SMP 59 (jl. Bendungan Jago Kemayoran), SD Ports Serdang Kemayoran, SMP 89 Tanjung Barat - Jakarta Barat dan Pengda Jawa Barat meliputi Dojo PT. INS (Indonesia Nihon Seima) Tangerang, Perum Bumi Bekasi Baru, Rindam III Siliwangi (jl. Manado Baru), dan Perum Total Persada Tangerang.

Dalam kurun waktu tidak terlalu lama terbentuklah Pengda - Pengda di seluruh daerah berkat ketekunan dan keuletan Sensei J. Bram Polana. Atas usaha beliau yang tidak mudah menyerah, akhirnya dalam waktu singkat beliau dapat mendirikan beberapa Pengda di seluruh Indonesia antara lain : Pengda Jawa Tengah, Bali, Sumatera Barat ,Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Utara, Sumatera Selatan (Palembang), Kalimantan Tengah, Sulawaesi Tenggara, Sulawaesi Utara, terakhir Kalimantan Barat.

Sejak terbentuknya Amura Karate-Do Indonesia yang dipimpin oleh Trio H. Moch. Ramli, SH sebagai Ketua Umum, J. Bram Polana sebagai Ketua Harian/KAKOMTEK Pusat, Ir. Tadjuddin Mustadjab sebagai Ketua Dewan Guru. H. Moch. Ramli, SH selaku Ketua Umum Amura Karate-Do Indonesia tidak banyak terlibat aktif dalam Roda Organisasi baik Internal maupun External (yaitu kegiatan FORKI) sehingga terjadi dilema dan kemelut didalam tubuh organisasi Amura Karate-Do Indonesia sendiri terutama pada pengurus pusat maupun pengurus daerah. Akibatnya banyak pengurus pusat maupun pengurus daerah beralih keperguruan lain atau menon-aktifkan diri (tidak mengaktifkan diri) dan mengundurkan diri secara lisan tanpa surat tertulis.

Namun karena kesibukan Sensei Tadjuddin Mustadjab selaku Ketua Dewan Guru Amura Karate-Do Indonesia lebih banyak berpartisipasi pada organisasi PB. FORKI sebagai Dewan Wasit PB. FORKI, sehingga kesehatan beliau mulai terganggu dan sering sakit-sakitan. Akhirnya pada awal tahun 2006 beliau wafat dengan damai. Secara teknis Roda Organisasi Amura Karate-Do Indonesia diambil alih dan digerakkan sendiri oleh Sensei J. Bram Polana. Sampai saat ini Pengda Amura Karate-Do Indonesia yang masih aktif dan diketahui keberadaanya antara lain sebagai berikut : Pengda DKI Jaya, Pengda Jawa Barat, Pengda Jawa Timur, Pengda Banten, Pengda Kalimantan Tengah, Pengda Kalimantan Barat, Pengda Sumatera Selatan, Pengda Sumatera Barat, Pengda Jambi, Pengda Bangka Belitung (Ba-Bel) dan Pengda Papua.

Atas dorongan beberapa pengurus pusat maupun daerah agar Sensei J. Bram Polana secara terus menerus meminta kepada Bpk. H. Moch. Ramli, SH untuk aktif dan dapat meluangkan waktunya sebagai Ketua Umum agar dapat memberikan perhatiannya terhadap organisasi Amura Karate-Do Indonesia serta tidak melepas tanggung jawabnya sebagai Ketua Umum. Akibat tindakan Bpk. H. Moch. Ramli, SH selaku Ketua Umum sampai sedemikian rupa, Sensei J. Bram Polana meminta kepada pengurus Daerah untuk langsung menghubungi Ketua Umum baik dengan surat-menyurat maupun melalui telepon namun tidak ada jawaban yang diharapkan. Karena masa kepengurusan sudah kadaluarsa (habis masa waktunya) mulailah pengurus-pengurus daerah menanyakan dan merencanakan untuk mengadakan MUNAS atau KONGRES/RAKERNAS dan kemudian ditujukan langsung kepada Bpk. H. Moch. Ramli, SH selaku Ketua Umum akan tetapi tidak ada jawaban sama sekali ketika itu. Kondisi perguruan Amura Karate-Do Indonesia semakin rumit disusul dengan terbentuknya Amura Karate-Do Indonesia yang baru dan diperkuat dengan sebuah pernyataan adanya perubahan pengurus organisasi dan logo/lambang Amura Karate-Do Indonesia yang ternyata Bpk H. Moch. Ramli, SH selaku Ketua Umum telah membentuk kepengurusan organisasi Amura Karate-Do Indonesia dengan beranggotakan personil dari Ex. / Mantan FKTI ( Federasi Karate-Do Tradisional Indonesia ) dengan nama Perguruan Amura Karate-Do Indonesia disingkat AKSI dengan lambang/logo yang sekarang terdaftar di FORKI yaitu Gambar Burung Merpati Putih dan Lingkaran Merah diubah menjadi Bulan Sabit berwarna merah.

Secara mengejutkan, PB. FORKI mengeluarkan SK. pengesahan Pengurus Pusat dan Dewan Guru Amura Periode 2007-2012 dengan SK. no. 29/KPTS/PBFK/KU/IX//07 tertanggal 11 September 2007 yang ditanda tangani oleh Luhut B. Pandjaitan, MPA selaku Ketua Umum PB. FORKI dan Sekretaris Jenderal Drs. H. Hendardji S, SH (surat terlampir) dan surat edaran mengenai pergantian logo/lambang Amura No. 205/PB.FORKI-Sekjen/XI/07 tertanggal 14 September 2007 yang ditandatangani oleh Drs. H. Hendardji S, SH (surat terlampir). Awalnya Sensei J. Bram Polana menerima kabar justru dari daerah – daerah bahwa telah diturunkan SK. FORKI mengenai Susunan Kepengurusan, logo, dan Afiliasi Teknik yang baru (Multi Aliran – 4 Aliran antara lain Shotokan, Wado Ryu, Shito Ryu dan Goju Ryu) kemudian berdasarkan berita yang telah dimuat pada salah satu media elektonik serta media cetak, AKSI (New AMURA) mempublikasikannya. Bahwa telah diturunkan SK. FORKI mengenai Susunan Kepengurusan, logo, dan Afiliasi Teknik yang baru (Multi Aliran – 4 Aliran). 14 Pengda AMURA (WIKF) KARATE-DO INDONESIA yang tersebar diseluruh pelosok Indonesia pada saat itu sangat kaget dan terkejut mendengar berita tersebut dan langsung mengkonfirmasi dan memohon klarifikasi kepada beliau bagaimana hal ini bisa terjadi dan kenapa seluruh Pengda Amura tidak mendapat konfirmasi sebelumnya mengenai perubahan / pergantian Susunan Kepengurusan, logo, dan Afiliasi Teknik yang baru (Multi Aliran – 4 Aliran). Sensei J. Bram Polana juga sangat terkejut bahwa beliau tahu berita tersebut justru dari seluruh Pengda di Indonesia, sedangkan beliau sendiri tidak diberi tahu, tidak dikonfirmasi dan tidak diinformasikan oleh Bpk. H. Moch. RAMLI, SH selaku Ketua Umum Amura Karate-do Indonesia akan hal ini. Secara tiba-tiba SK. FORKI mengenai Susunan Kepengurusan, logo, dan Afiliasi Teknik yang baru (Multi Aliran – 4 Aliran) diturunkan dan dipublikasikan. Kemudian 14 pengda AMURA (WIKF) KARATE-DO INDONESIA sangat geram atas tindakan otoriter yang telah dilakukan oleh Bpk. H. Moch. RAMLI, SH selaku Ketua Umum Amura Karate-do Indonesia secara sepihak, “ TANPA ADANYA MUNAS, TANPA ADANYA KONFIRMASI dan MUSYAWARAH KEPADA SENSEI J. BRAM POLANA SELAKU KETUA HARIAN dan SENPAI ALBERTUS NICO SELAKU SEKRETARIS UMUM AMURA KARATE-DO INDONESIA”. Bpk. H. Moch. RAMLI, SH selaku Ketua Umum Amura Karate-do Indonesia bertindak sendiri dan secara sepihak untuk mengambil alih seakan-akan beliau yang memiliki perguruan ini sendiri. Oleh karena itu seluruh Pengda Amura Karate-do Indonesia mengajukan permohonan penolakan kepada Sensei J. Bram Polana untuk membuat SK. penolakan terhadap SK. FORKI yang secara sepihak telah dikukuhkan untuk kemudian ditembuskan kepada PB. FORKI dan Ketua Perguruan - perguruan. Menurut Sensei J. Bram Polana hal ini tidak dapat diselesaikan tanpa adanya surat pernyataan mengenai sikap penolakan tersebut dan dukungannya atau penunjukannya, selain itu pula harus ada pembenahan pengurus didalam tubuh organisasi, terutama di pusat yang pada saat itu tidak lengkap. Terutama dalam hal ini yang paling geram dan sakit hati adalah Amura Pengda JABAR disebabkan mereka tidak mendapat informasi maupun konfirmasi dari H. Moch. RAMLI, SH selaku KETUA UMUM AMURA PENGDA JABAR, justru mereka mendapat informasi dari mass media. Padahal Bpk. H. Moch. RAMLI, SH selaku KETUA UMUM AMURA PENGDA JABAR berdomisili sama-sama di Bandung, tapi mereka tidak mendapat konfirmasi secara langsung dari beliau. Akan tetapi FORKI Pengda JABAR masih tetap mengakui Amura Wadoryu.

Hal ini menimbulkan kekecewaan yang sangat luar biasa terhadap pengurus organisasi yang ada dan tidak mengetahui sebelumnya, dimana menurut beberapa pengurus pusat maupun daerah mengenai keputusan perubahan ini tidak dilaksanakan secara organisatoris serta tidak sesuai dengan AD/ART perguruan Amura Karate-Do Indonesia yang seharusnya melalui hasil MUNAS. Apakah tindakan PB. FORKI dapat dibenarkan? Anehnya lagi khususnya Amura Karate-Do Indonesia Pengda Jawa Barat “ menurut Sensei J. Bram Polana Pengda Jawa Barat merupakan salah satu Pengda yang sangat aktif dan pengurusnya mengerti akan organisasi ” dimana susunan pengurus daerah Jawa Barat termasuk Bpk H. Moch. Ramli, SH selaku Ketua Umum Pengda Jabar (merangkap juga sebagai Ketua Umum Amura Pusat) diubah juga susunan pengurus Amura Pengda Jabar tanpa sepengetahuan pengurus yang aktif lainnya.

Mengenai peristiwa tersebut Sensei J. Bram Polana dan seluruh pengurus, khususnya pengurus Amura Pengda Jawa Barat, menganggap bahwa Sdr. H. Moch. Ramli, SH selaku Ketua Umum telah memisahkan diri dari kepengurusan Amura Karate-Do Indonesia yang beraliran Wado dikarenakan telah membentuk kepengurusan baru bersama-sama dengan putranya yaitu Soni Ramli, SH, LLM selaku Sekretaris Umum dan Ex./mantan anggota FKTI (Federasi Karate-Do Tradisional Indonesia) diantaranya adalah ;

- Sdr. Abdul Latief - Sdr. Suyana

- Sdr. Ucok Marisi, SH, MM - Sdr. Anang Kadriansyah

- Sdr. Syahril Ossen, SE - Sdr. Nurief Muda’af

- Sdr. Tengku Adisyam

Dengan nama Amura Karate-Do Indonesia (AKSI) berlambangkan bulan sabit merah dan memiliki konsep multi aliran antara lain : Shotokan, Shito Ryu, Goju Ryu dan Wado Ryu. Hal tersebut menurut AD/ART FORKI seharusnya tidak didukung / diterima begitu saja sebagai anggota baru oleh PB. FORKI yang jelas tertera pada ART FORKI BAB III perihal Keanggotaan Pasal ke-5 yang berbunyi ;

Pasal 5.2. “ Perguruan Karate-Do anggota FORKI harus mempunyai minimal 5 (lima) pengurus daerah”

Pasal 5.3. “ FORKI tidak lagi menerima penambahan keanggotaan Organisasi perguruan Karate-Do yang baru.

Sampai saat ini Perguruan Amura Karate-Do Indonesia yang menganut konsep Aliran Wado (Wado Ryu) dibawah kepemimpinan Sensei J. Bram Polana masih berjalan seperti sediakala. Ada beberapa daerah seperti Pengda Amura Kalimantan Barat dan Pengda Sumatera Barat. Pada akhirnya secara mengejutkan kedua pengda tersebut mengekor kepada AMURA (AKSI), sehingga kondisi Perguruan Amura Karate-Do Indonesia saat ini dapat diasumsikan memiliki 2 kelompok / kubu / grup (istilahnya bisa disebut seperti itu) yaitu AMURA (WADO RYU) dan AMURA (AKSI) yang memiliki konsep multi aliran. Perlu diketahui bahwa kedua Pengda tersebut diatas merupakan gabungan dari perguruan lain melainkan bukan Karate-ka Wado asli seperti Amura Pengda Sumatera Barat awalnya berasal dari Perguruan GOKASI dan Amura Pengda Kalimantan Barat berasal dari Perguruan KKI. Kemudian Sensei J. Bram Polana dikejutkan kembali dengan bermunculan pengda baru yaitu Amura (Wado Ryu) Pengda Nangroe Aceh Darussalam, mereka berafiliasi teknik ke Wado Ryu tetapi menggunakan logo / lambang Amura (AKSI).

Inilah sekilas perjalanan Perguruan Amura Karate-Do Indonesia berafiliasi teknik kepada aliran Wado (Wado Ryu), hanya tinggal menunggu hasil MUNAS / MUNASLUB Perguruan Amura (WIKF) Karate-Do Indonesia yang akan segera direncanakan .

“ Kami Keluarga Besar Amura (WIKF) Karate-Do Indonesia mengharapkan agar PB. FORKI dapat meninjau kembali atas tindakannya terhadap SK. tersebut diatas sesuai dengan Anggaran Dasar (AD) Anggaran Rumah Tangga (ART) FORKI atau menyimpang dari AD maupun ART FORKI serta dapat merenungkan bagaimana tugas PB. FORKI yang seharusnya dapat membina, mengayomi dan menjembatani seluruh perguruan-perguruan anggota FORKI di Indonesia”.



Atau



Pada tahun 1964, kembalilah ke tanah air salah seorang mahasiswa Indonesia yang telah menyelesaikan kuliahnya di Jepang yang bernama Drs. Baud A.D. Adikusumo (Alm.). Beliau adalah seorang karateka yang mendapatkan sabuk hitam dari M. Nakayama, JKA Shotokan. Di Indonesia beliau mulai mengajarkan karate. Melihat banyaknya peminat yang ingin belajar karate, lalu ia mendirikan PORKI (Persatuan Olahraga Karate-Do Indonesia) yang merupakan cikal bakal FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia). Sehingga beliau tercatat sebagai pelopor seni beladiri Karate di Indonesia. Dan beliau juga adalah pendiri Indonesia Karate-DO (INKADO).

Setelah beliau, tercatat nama putra-putra bangsa Indonesia yang ikut berjasa mengembangkan berbagai aliran Karate di Indonesia, antara lain Bp. Sabeth Mukhsin dari aliran Shotokan, pendiri Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) dan Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI), dan juga dari aliran Shotokan adalah Anton Lesiangi (pendiri Lembaga Karate-Do Indonesia/LEMKARI), yang pada dekade 2005 karena masalah internal perguruan banyak anggota LEMKARI yang keluar lalu kemudian mendirikan INKANAS (Institut Karate-do Nasional) yang merupakan peleburan dari perguruan MKC (Medan Karate Club). Kabarnya, perguruan ini sekarang menjadi besar dan maju, tidak kalah dengan LEMKARI.

Aliran Shotokan adalah yang paling populer di Indonesia. Selain Shotokan, Indonesia juga memiliki perguruan-perguruan dari aliran lain yaitu Wado dibawah asuhan Wado-ryu Karate-Do Indonesia (WADOKAI) yang didirikan oleh Bp. C.A. Taman dan Kushin-ryu Matsuzaki Karate-Do Indonesia (KKI) yang didirikan oleh Matsuzaki Horyu. Selain itu juga dikenal Bp. Setyo Haryono dan beberapa tokoh lainnya membawa aliran Goju-ryu, Bp. Nardi T. Nirwanto dengan beberapa tokoh lainnya membawa aliran Kyokushin. Aliran Shito-ryu juga tumbuh di Indonesia dibawah perguruan GABDIKA Shitoryu (dengan tokohnya Bp. Dr. Markus Basuki) dan SHINDOKA (dengan tokohnya Bp. Bert Lengkong). Selain aliran-aliran yang bersumber dari Jepang diatas, ada juga beberapa aliran Karate di Indonesia yang dikembangkan oleh putra-putra bangsa Indonesia sendiri, sehingga menjadi independen dan tidak terikat dengan aturan dari Hombu Dojo (Dojo Pusat) di negeri Jepang.

Pada tahun 1972, 25 perguruan Karate di Indonesia, baik yang berasal dari Jepang maupun yang dikembangkan di Indonesia sendiri (independen), setuju untuk bergabung dengan FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia), yang sekarang menjadi perwakilan WKF (World Karate Federation) untuk Indonesia. Dimana perguruan karate yang bernaung dibawah FORKI adalah :
1. AMURA
2. BKC (Bandung Karate Club)
3. BLACK PANTHER KARATE INDONESIA
4. FUNAKOSHI
5. GABDIKA SHITORYU INDONESIA (Gabungan Beladiri Karate-Do Shitoryu)
6. GOJUKAI (Gojuryu Karate-Do Indonesia)
7. GOJU RYU ASS (Gojuryu Association)
8. GOKASI (Gojuryu Karate-Do Shinbukan Seluruh Indonesia)
9. INKADO (Indonesia Karate-Do)
10.INKAI (Institut Karate-Do Indonesia)
11.INKANAS (Intitut Karate-Do Nasional)
12.KALA HITAM
13.KANDAGA PRANA
14.KEI SHIN KAN
15.KKNSI (Kesatuan Karate-Do Naga Sakti Indonesia)
16.KKI (Kushin Ryu M. Karate-Do Indonesia)
17.KYOKUSHINKAI (Kyokushinkai Karate-Do Indonesia)
18.LEMKARI (Lembaga Karate-Do Indonesia)
19.PERKAINDO
20.PORBIKAWA
21.PORDIBYA
22.SHINDOKA
23.SHI ROI TE
24.TAKO INDONESIA
25.WADOKAI (Wadoryu Karate-Do Indonesia)

1 comment:

  1. Oah....salam kenal dari AMURA CABANG SIDOARJO
    Kunjungi balik blog amura yang ada di kab,SIDOARJO
    http://jenggolokarate.blogspot.com/
    http://karatenovotel.blogspot.com/
    http://alqalams.blogspot.com/
    http://rukunamura.blogspot.com/
    http://sdncb1.blogspot.com/
    (musta'in Sekum. AMUAR cab.sidoarjo)
    Osh......Salam Karate....

    ReplyDelete

Online Now !!!

Ikuti !!!

Statistik